Makna di Balik 7 Orang Terkaya Baru RI

Posted: Maret 16, 2011 in Uncategorized

Kenaikan jumlah orang Indonesia dalam daftar terkaya dunia menandakan, positifnya pertumbuhan. Tapi di sisi lain, juga bermakna kesenjangan.

Pengamat ekonomi David Sumual mengatakan, kenaikan jumlah pengusaha yang masuk dalam orang terkaya dunia menandakan positifnya pertumbuhan suatu negara. Menurutnya, dalam satu dekade terakhir, orang terkaya baru Indonesia memiliki korelasi positif dengan bisnis di sektor komoditas.

Hal itu, menurutnya, dipicu oleh kenaikan harga komoditas beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, RI juga merupakan pasar yang besar. Sebab, penduduk produktif terus meningkat. “Mereka memanfaatkan besarnya pasar dengan jeli sehingga pengusaha bisa berkembang cepat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/3).

Menurut David, pengusaha-pengusaha itu sukses menangkap keinginan pasar. Orang-orang terkaya itu, jeli dalam melihat peluang bisnis dan prospek ke depan. “Karena itu, wajar mereka saat ini menikmati hasil kejeliannya itu,” ujarnya.

Kelihaian menangkap peluang itu, menurut David tidak mengenal umur. Dia mencontohkan Garibaldi Tahir yang masuk dalam 7 orang terkaya baru asal Indonesia. Menurutnya, Garibaldi mulai berbisnis baru-baru ini.

Di sisi lain, kecenderungan orang terkaya saat ini tidak berasal dari negara maju melainkan negara berkembang. Misalnya, Carlos Slim Helu yang kini menjadi orang terkaya di Planet Bumi, bukan berasal dari negara maju. Carlos merupakan penguasa bisnis telekomunikasi asal Meksiko versi majalah Forbes.

Pria berusia 71 tahun ini diperkirakan memiliki kekayaan hingga US$74 miliar. Jumlah itu menempatkannya di puncak daftar orang terkaya Forbes untuk 2011. Karena itu, lanjut David, selain komoditas yang membuat orang kaya, juga sektor komunikasi dalam satu dekade terakhir.

Begitu juga dengan, Bill Gates yang saat ini menempati urutan kedua terkaya dunia. Menurut David, pada 1990-an, dia bercita-cita, setiap rumah memiliki satu komputer pribadi. Cita-cita itu, pada 1980-an, dianggap ‘gila’, karena mustahil tiap rumah memiliki komputer.

“Sekarang, hal itu menjadi satu hal yang biasa. Bahkan, dalam satu keluarga bisa ada 2-3 notebook,” paparnya. Orang terkaya merupakan pendobrak. Orang yang bisa mengubah arah bisnis dengan menciptakan tren baru.

Di sisi lain, secara teori ekonomi, memang di negara berkembang seperti Indonesia kemunculan orang terkaya baru bisa juga bermakna kesenjangan. Sebab, ekonomi baru tumbuh. Tapi, sejalan dengan ekonomi yang semakin maju, kesenjangan itu bisa dikurangi. “Kondisi ini terjadi di Jepang dan China saat ini yang juga mengalami kesenjangan,” ujarnya.

Pada satu titik tertentu menurut David, pemerintah bisa mengusahakan fungsi distribusi peluang usaha. Pemerintah memberikan peluang (playing of field) yang sama. “Sehingga, semua orang punya kesempatan untuk maju. Semua orang bisa berbisnis dengan mudah,” tandas David.

Diberitakan, tahun ini, Majalah Forbes memasukan 14 pengusaha Indonesia dalam daftar orang terkaya dunia. Padahal di 2010 hanya tujuh pengusaha. Ketujuh pendatang baru itu adalah Sri Prakash Lohia, Kiki Barki, Edwin Soeryadjaya, Garibaldi Tohir, Theodore Rachmat, Murdaya Phoo dan Benny Subianto.

Mereka menemani tujuh pengusaha yang tahun lalu sudah masuk daftar yaitu R Budi Hartono, Michael Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto Tanoto dan Chairul Tanjung.

Pendatang baru pertama adalah Sri Pakasih Lohia yang masuk urutan 564 dengan kekayaan US$2,1 miliar. Kiki Barki berada di urutan ke 595 terkaya dunia dan nomer 7 terkaya di Indonesia senilai US$2 miliar. Berikutnya adalah Edwin Soeryadjaya diurutan 782 dengan kekayaan mencapai US$1,6 miliar.

Garibaldi Thohir diurutan 833 dengan kekayaan US$1,5 miliar. Theodore Rachmat berada di urutan 938 dengan kekayaan US$1,3 miliar. Moerdaya Poo berada di urutan 1057 dengan kekayaan U$1,1 miliar. Sedangkan Benny Subianto di urutan 1140 memiliki kekayaan US$1 miliar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s